Isu mengenai perpanjangan jabatan presiden jadi 3 [tiga] periode menghangat lagi ke ranah publik. Wamenkumham periode 2011-2014 denny indrayana yang sempat berbicang dengan Menkopolhukam mahfud MD menyatakan kalau topik yang mereka bahas adalah soal isu ini dimana sempat ada politisi yang mendatangi pak mahfud yang katanya siap menggelar sidang istimewa MPR sekaligus melakukan perpanjangan jabatan presiden sehingga tidak diperlukan lagi pemilu 2024.
Denny sendiri tidak bilang siapa politisi yang dimaksud itu sampai pimpinan MPR menegur Denny.
Wakil Ketua MPR RI arsul sani juga meminta denny terbuka soal kelompok tersebut, dia mengingatkan supaya jangan melempar isu yang dapat memicu kegaduhan. Katanya "Kalau ada kelompok yang dimaksud tersebut, tolong ditunjuk langsung batang hidungnya! siapa mereka ini? Jangan lempar batu menciptakan kegaduhan saja.
Arsul juga membantah kalau ada rencana amandemen UUD 1945 untuk perpanjangan jabatan presiden malah sekarang semua fraksi di DPR/MPR lagi sibuk ngurusin Pemilu 2024.
Waketum Partai PPP itu tidak menampik kalau memang ada sekelompok masyarakat yang masih ingin menunda Pemilu 2024?
Beberapa pihak mengaku kesal dengan wacana perpanjangan jabatan ini, karena tiba-tiba muncul, hilang lagi terus ada lagi
Guru besar ilmu ekonomi politik universitas paramadina - didik J Rachbini mengatakan kalau orang yang suka memunculkan isu seperti ini ibarat hama kecoak buat demokrasi. Zaman SBY tidak ada tapi di periode ini kecoak tersebut muncul mana dikasih genderang lagi sama media
Wacana jabatan presiden 3 [tiga] periode ini sempat digaungkan juga sama relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro). Mereka bahkan sempat mengklaim ada sinyal penerimaan wacana menjabat tiga periode dari Jokowi
Padahal Jokowi sudah beberapa kali bilang menolak perpanjangan masa jabatan tiga periode ini. Dia bilang semua harus taat konstitusi. Tapi dia juga bilang nggak bisa ngelarang kalo ada pihak yang menyuarakan isu itu.